Pengertian dan Definisi Kemiluminesensi

Pengertian dan Definisi Kemiluminesensi Р Flouresensi ialah terpancarnya sinar oleh satu zat yang sudah menyerap sinar.

Jika senyawa yang sama memancarkan cahaya di suatu panjang gelombang yang berlainan maka senyawa itu akan kelihatan berwarna dua atau istilahnya berflueresensi.

Contohnya adalah senyawa flouresein yang digunakan untuk menandai pesawat terbang yang jatuh ke laut, di larutan air dengan adanya cahaya flouresein terlihat merah dengan flouresensi kuning hijau yang kuat. Flouresensi juga termasuk bentuk dari luminesensi.

Kemiluminensi ialah satu gejala di mana satu reaksi kimia menghasilkan produk – produk yang di dalamnya terkandung molekul tereksitasi dan kembalinya produk – produk tereksitasi ke keadaan semula diikuti dengan pancaran sinar.

Satu contoh yang dikenal ialah cahaya dari kunang – kunang karena disebabkan oleh oksidasi enzimatik lusiferin kunang – kunang.

Kemiluminesensi juga diartikan dengan emisi cahaya yang terjadi di suhu rendah dan tidak seperti lampu pijar di suhu tinggi sebagai hasil reksi kimia. Kemiluminesensi dikenal juga sebagai pembentukkan radiasi elektromagnetik, misal cahaya oleh pelepasan energi dari reaksi kimia.

Sedangkan cahaya pada prinsipnya bisa dipancarkan pada wilayah sinar ultra violet, cahaya tampak, atau infrared yang memancarkan cahaya tampak merupakan yang paling umum, paling menarik, dan lebih bermanfaat.

Contoh lain dari kemiluminesensi adalah reaksi kimia yang dipakai untuk membuat cahaya dari tongkat yang menyala karena hasil dari retakan botol kecil dari suatu kimia menjadi bahan kimia yang bereaksi dengan itu. Kemiluminesensi ditemukan juga pada beberapa jamur dan cacing.

Kemilumenesensi yang paling umum terjadi di daerah laut yang mana banyak organisme dari ikan sampai cacing yang hidup di kedalaman yang jauh dan mempunyai organ bercahaya.

Maka dari itu ahli kimia sudah mengeksploitasi reaksi – reaksi pemancar sinar sebagai tanda di sejumlah laboratorium besar dan tes klinis.

Di beberapa hal, sinar yang dipancarkan mempunyai gelombang yang lebih panjang dan energi yang lebih rendah dibandingkan radiasi yang diserap.

Walau pun begitu, saat radiasi elektromagnet yang diserap sangat banyak, misalnya saja satu elektron bisa menyerap dua foton, penyerapan dua foton ini bisa mendorong untuk memancarkan radiasi dengan gelombang yang lebih pendek daripada radiasi yang diserap. Istilah ini dikenal dengan nama flouresensi resonan.

Contoh yang paling menonjol terjadi saat radiasi yang diserap berada di spektrum ultraviolet sehingga tidak terlihat oleh mata manusia dan cahaya yang dipancarkan berada di spektrum tampak.

Flouresensi banyak dipakai termasuk di bidang mineralogi, gemologi, sensor kimia, penandaan flouresen, detektor biologi, dan lampu flouresen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *